Jumat, Oktober 30, 2020
Beranda Banten Persatuan Mahasiswa Banten Tolak Omnibus Law

Persatuan Mahasiswa Banten Tolak Omnibus Law

FokusBerita, Serang – Organisasi Mahasiswa di Banten tolak Omnibus Law, dan RUU Cipta Lapangan Kerja (Cilaka), hal tersebut disampaikan melalui demostrasi di Lampu Merah Ciceri, Kota Serang, Banten. Dalam aksinya, mahasiswa menuntut pembatalan kebijakan tersebut. Selain itu, mahasiswa di Banten juga memberikan catatan, yang terdiri dari 9 point untuk Pemerintah.
Perlu diketahui, Organsasi Mahasiswa yang mengatasnamakan diri sebagai Persatuan Mahasiswa Banten tersebut terdiri dari organisasi Sekolah Mahasiswa Progresif (SEMPRO), Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Serang, Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP UIN Banten, UNSERA dan UNTIRTA), Untirta Movement Community (UMC), Serikat Mahasiswa Sosialis Demokratik (S.W.O.T), Serikat Mahasiswa Gerakan Indonesia (SMGI), Sekolah Gerakan Mahasiswa Indonesia (SGMI), Serikat Demokratik Mahasiswa Nasional (SDMN), Front Mahasiswa Nasional (FMN), Serikat Perempuan Indonesia (SERUNI), BEM Untirta, BEM FKIP Untirta, serta BEM FH Untirta.
Ketua DPC GMNI Serang Arman Maulan menjelaskan, Penguasa seolah-olah tak pernah kehabisan cara untuk bisa memeras keringat, dan merampas hak-hak rakyat. Ia juga mengingatkan adanya penolakan keras beberapa RUU pada September-Desember 2019, namun upaya Pemerintah untuk membuat regulasi yang menindas rakyat gagal, karena mendapat penolakan yang keras dari rakyat.
“Dalam pidato Presiden Jokowi beberapa bulan yang lalu, ia menghendaki adanya suatu produk hukum atau regulasi baru yang kini santer disebut Omnibus Law RUU Cipta Lapangan Kerja. Lagi-lagi demi kepentingan lancarnya Investasi,” jelas Arman, Pada Selasa (12/02).
Kemudian, Arman menjelaskan sebagai sebuah mekanisme hukum, Omnibus law juga kontradiktif terhadap Undang-undang No. 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Perundangan-undangan, yang telah diubah sebagian pasalnya dalam undang-undang No. 15 Tahun 2019. Ia juga menyebut, Pemerintah Jokowi menggunakan ‘alibi’ kepastian hukum sebagai upaya keselarasan omnibus law terhadap Undang-undang Nomor 12 tahun 2011 tentang Pembentukan Perundangan.
“Jelas tipu-tipu kepastian hukum yang dimaksud ialah kepastian hukum bagi kepentingan investasi,” jelasnya.
“Sekali lagi, Omnibus law RUU Cipta Lapangan Kerja adalah sebenar-benarnya celaka bagi rakyat. Bagai kanker di dalam tubuh, ia makin membesar jika tak segera dihajar, mematikan banyak orang jika tak segera terkapar. Maka benar, membangun persatuan gerakan rakyat dalam upaya menolak Omnibus Law dan RUU Cipta Lapangan Kerja adalah suatu kebutuhan mendesak,” jelas Arman.
Perlu diketahui, 9 Tuntutan Persatuan Mahasiswa Banten ialah:
1. Tolak omnibus law RUU Cilaka yang menguntungkan borjuasi komprador dan tuan tanah besar.
2. Hapuskan sistem kerja kontrak, outshorcing, pemagangan dan segala bentuk fleksibilitas kerja.
3. Tolak politik upah murah bagi buruh.
4. Turunkan harga kebutuhan pokok dan hentikan pencabutan subsidi sosial untuk rakyat.
5. Wujudkan pendidikan yang ilmiah, demokratis dan mengabdi kepada kepentingan rakyat.
6. Tolak segala bentuk regulasi dan kebijakan anti rakyat.
7. Segera sah kan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.
8. Hentikan intimidasi, eksploitasi dan represifitas terhadap rakyat.
9. Bangun industrialisasi nasional dan jalankan reforma agraria sejati.
(RED/FBB/Suci)
Editor: A.Laksono.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Aksi Unjuk Rasa Tolak UU Ciptaker di Serang Berujung Ricuh

Fokus Berita, Serang- Aksi unjuk rasa mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Geger Banten melakukan unjuk rasa menolak...

Jelang Pilkada Serentak 2020, Simak Visi dan Misi Dua Paslon Bupati Serang

Fokus Berita, Serang- Pelaksanaan Pemilhan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Serang sudah memasuki tahapan kampanye. Dua pasangan calon...

Korwil Himapindo Banten ajak Mahasiswa jadi Pengusaha sebelum Sarjana

Fokus Berita, Serang- Koordinatir wilayah (Korwil) Himpunan Mahasiswa Pengusaha Muda Indonesia (Himapindo) Indra Bayu, mengatakan pihaknya berkomitmen...

Pemkab Serang Berikan Paket Sembako untuk Warga Isolasi Mandiri

Fokus Berita, Serang- Di tengah pandemi, Dinas Sosial Kabupaten Serang menyalurkan bantuan kepada korban COVID-19 yang tengah...

Recent Comments