Sabtu, Oktober 31, 2020
Beranda Kota Serang Aksi Unjuk Rasa Tolak UU Ciptaker di Serang Berujung Ricuh

Aksi Unjuk Rasa Tolak UU Ciptaker di Serang Berujung Ricuh

Fokus Berita, Serang- Aksi unjuk rasa mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Geger Banten melakukan unjuk rasa menolak Omnibus Law atau Undang-Undang cipta kerja berujung ricuh, di Kota Serang, Selasa (6/10).


Pantauan di lokasi, aksi mahasiswa pertama dilakukan dengan berkumpul di depan UIN Sultan Maulana Hasanudin (SMH) Banten sekitar pukul 16.00 WIB. Kemudian Mahasiswa juga melakukan pembakaran ban serta penutupan jalan Jendral Sudirman, Kota Serang.


Dari aksi penutupan tersebut mengakibatkan lumpuh total di jalan persimpangan Ciceri menuju pusat Kota Serang, sehingga kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas.
Kemudian, sekitar pukul 18.30 massa aksi mahasiswa itu dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju persimpangan Ciceri, namun dari Kepolisian melakukan penahanan dan pembubaran. Akan tetapi hal itu mendapat perlawanan dari mahasiswa yang berujung dengan saling dorong mendorong.


Kericuhan berawal saat polisi menggunakan pengeras suara meminta mahasiswa untuk berhenti melakukan aksi karena waktu sudah malam. “Adik-adik mahasiswa kami minta untuk kembali ke kampus atau ke rumah masing-masing karena masih banyak yang ingin menggunakan jalan ini,” kata polisi dalam pengeras suara. 

 
Namun masa aksi terus merangsek maju hingga Perempatan Ciceri. Polisi kemudian berupaya menghalangi massa dengan membuat barikade di jalan ruas jalan.   
Tidak lama kemudian terjadi juga ledakan petasan mengarah ke pihak Kepolisian berkumpul yang menambah keruh suasana, sehingga terjadi saling lempar antara mahasiswa dan petugas keamanan.


Salah seorang orator dari GMNI Cabang Serang, Belma, mengatakan mahasiswa kembali berunjuk rasa di tengah pandemi virus corona bukan tanpa alasan. Menurutnya, Omnibus Law UU Cipta Kerja yang disahkan dianggap jauh lebih menakutkan dari pandemi virus corona.


“Lagi-lagi kita berkumpul di sini bukan tanpa alasan, Lagi-lagi DPR dan pemerintah membuat bencana di atas bencana,” ucap Belma dalam orasinya.
Sementara humas aksi Arman Maulana mengatakan, ada sekitat lima mahasiswa yang diamankan polisi. Saat kericuhan terjadi, terdapat tiga massa aksi yang terluka cukup parah.


“Kami mencoba berkoordinasi untuk pembebasan. Kami juga meminta kepada aparat kepolisian untuk membebaskan massa aksi yang ditangkap,” kata Arman.
Diketahui, dalam aksinya mahasiswa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, dan menyampaikan beberapa tuntutan.


Antara lain, mencabut UU Ciptaker dan segera terbitkan Perpu Ciptaker, bangun industrialisasi nasional, wujudkan reforma agraria dan hentikan segala bentuk kriminalitas dan refresifitas terhadap aktivis rakyat yang dilakukan oleh aparat negara. (read//fbb/Anwar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Aksi Unjuk Rasa Tolak UU Ciptaker di Serang Berujung Ricuh

Fokus Berita, Serang- Aksi unjuk rasa mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Geger Banten melakukan unjuk rasa menolak...

Jelang Pilkada Serentak 2020, Simak Visi dan Misi Dua Paslon Bupati Serang

Fokus Berita, Serang- Pelaksanaan Pemilhan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Serang sudah memasuki tahapan kampanye. Dua pasangan calon...

Korwil Himapindo Banten ajak Mahasiswa jadi Pengusaha sebelum Sarjana

Fokus Berita, Serang- Koordinatir wilayah (Korwil) Himpunan Mahasiswa Pengusaha Muda Indonesia (Himapindo) Indra Bayu, mengatakan pihaknya berkomitmen...

Pemkab Serang Berikan Paket Sembako untuk Warga Isolasi Mandiri

Fokus Berita, Serang- Di tengah pandemi, Dinas Sosial Kabupaten Serang menyalurkan bantuan kepada korban COVID-19 yang tengah...

Recent Comments